Chapter One - Beginning
Kupakai kacamata yang sedikit buram untuk melihat hal yang tak terfikirkan.
Mendengar bacotan publik yang seakan ingin kubisukan semua.
Kupakai kacamataku untuk mencari hal yang tak kurasakan sebelumnya.
Mencari yang bahkan di balik angin pun tak akan pernah kudapatkan.
Sejak saat itu bertemulah dengan seorang yang tak pernah terfikirkan sebelumnya.
Seorang yang memenangkan hati yang keras.
Intuisi dan firasat pun mengatakan bahwa dia orangnya.
Bibirnya,
Senyumnya,
Matanya
Rambutnya,
Karakternya,
Gayanya,
Itu benar dia.
Memang dia, kamu seorang yang aku tunggu.
Terasa seperti rumah, tempat yang nyaman untuk bersinggah untuk selamanya.
Begini namanya cinta, bergejolak diantara keduanya.
"Aku menemukan cinta dan pertemanan disatu orang."
"Dia adalah rasa indah yang dulu pernah hilang dan kini datang dengan gejolak."
"Dia memang sempurna."
"Pasti Tuhan memberi alasan mengapa kita berdua bertemu di waktu yang tepat, dengan orang yang tepat."
Segelintir kalimat-kalimat yang ada di benak, yang tidak akan bisa diilustrasikan ke dalam suatu babak cerita karena terlalu indah untuk di lihat orang nantinya.
Jika suatu saat nanti kamu tahu tulisan ini, tulisan yang tidak akan pernah menjadi rangkaian yang indah karena hanya mengeluarkan isi benak yang tidak aku ikat dengan paksa, ya benar itu semua tentang kamu.
Kamu yang selalu ada untuk hati yang lemah sepertiku.
Yang mungkin akan terbiasa dengan sikap anehku hehe.
Yang mungkin akan terbiasa dengan bacotan abstrakku hehe.
Terima kasih banyak sudah mau bersama sejauh ini, bercerita tentang segala hal setiap hari.
Mari melanjutkan rangkaian cerita cinta bersama di suatu kondisi suka dan duka. Bahkan, duka pun tak sanggup datang jika kita bersama.
Sampai kapanpun, perasaan yang ada untukmu tidak akan pernah hilang.
Berharap selalu bersama selamanya, sampai maut memisahkan di dunia yang fana.
I really hope, you and i make it together to the end.



Komentar
Posting Komentar